Langsung ke konten utama

Landasan Prinsip Aborsi

Oleh : Soe Tjen Marching

Di Indonesia, aborsi adalah perbuatan kriminal dan perempuan-perempuan yang ketahuan telah melakukannya diganjar hukuman yang keras. Orang-orang yang anti-aborsi biasanya berpegang pada prinsip pro-kehidupan (pro-life), sebab aborsi masih dianggap sebagai pembunuhan, perbuatan yang keji dan pantas dihukum. Sebaliknya, para pendukung aborsi dinamakan pro-pilihan (pro-choice), dengan alasan mereka tidak mengindahkan kehidupan embrio dalam kandungan sang ibu. Oleh karena kepercayaan ini telah ditanamkan pada masyarakat, banyak perempuan yang melakukan aborsi merasa bersalah seumur hidup karena cap “pembunuh” tertanam dalam diri mereka. Namun jika aborsi dianggap tindakan kriminal, bukankah dalang suatu perbuatan kriminal seharusnya mendapat ganjaran lebih berat daripada pelaku tindakan kriminal itu sendiri?

Seharusnya hukum dibuat untuk keadilan dan bukannya untuk memberi kesempatan kepada pihak tertentu leluasa berbuat semena-mena. Tetapi, hukum di Indonesia sering memberi angin kepada dalang: para lelaki yang menghamili perempuan dan kabur begitu saja. Lalu, pilihan apakah yang tersedia bagi kebanyakan perempuan yang kehamilannya tidak diinginkan?

Pilihan pertama adalah membesarkan si bayi dengan menanggung semua biaya dan nista bagi diri sendiri dan anaknya, dan bahkan bagi keluarga si perempuan. Pilihan kedua, melenyapkan diam-diam dan mencoba mengubur semua rahasianya. Kedua pilihan ini bak memakan buah simalakama. Di beberapa negara yang telah melegalkan aborsi, seperti di Belanda, Kanada, dan Selandia Baru, pilihan yang tersedia bagi perempuan jauh lebih layak. Selain tersedianya klinik aborsi di mana-mana, jika perempuan hamil diluar nikah dan ayah sang janin tidak menghendaki bayi tersebut, biasanya tersedia tiga alternative: menggugurkan kandungan, menjadi single mother (orang tua tunggal) atau pengaturan adopsi untuk si bayi tersebut.

Sebagai orang tua tunggal, dia beserta bayinya akan mendapatkan dukungan materiil, seperti tunjangan makanan, kesehatan, biaya hidup bahkan sekolah bagi anak dari pemerintah. Di Indonesia, jangankan mengharap tunjangan, perlakuan manusiawi pun terkadang sulit didapat bagi perempuan bernasib seperti ini.

Memang pelarangan aborsi dapat dilihat sebagai perlindungan kepada janin, kepada bayi yang belum dilahirkan. Namun, bila hukum itu untuk melindungi seluruh rakyat, bukankah hukum seputar aborsi di Indonesia sering tidak mengindahkan hak wanita, dan juga anak yang dilahirkan secara ilegal? Jangankan mengharap tunjangan, hidup yang normal pun akan sulit bagi sang ibu dan anak “haram”.

Dalam hal ini, bisakah penentang aborsi di Indonesia disebut pro-life bila beberapa penentang aborsi tidak memanusiakan si perempuan ataupun anak yang lahir dari aborsi?

Dengan kata lain, mereka menyatakan diri pro-life dengan melindungi hak hidup fetus yang belum berbentuk manusia, tetapi mereka tidak begitu mengindahkan hak hidup sang perempuan ataupun anak yang lahir, yang nyata-nyata telah menjadi manusia seutuhnya dalam lingkungan mereka.

* *

Bermacam pandangan dalam masyarakat dan agama di dunia juga dapat mempertanyakan pendapat bahwa aborsi selalu identik dengan pembunuhan. Gereja Katolik sendiri telah mengalami banyak perubahan dalam pandangan mereka tentang aborsi.

St Augustine (354-430 AD) yang terkenal dengan larangan-larangannya akan kenikmatan seks, menyatakan aborsi dini tidak merupakan pembunuhan. Menurut St Augustine, bila tubuh belum terbentuk, nyawa di dalamnya tidaklah lebih dari nyawa hewan. Konstitusi Apostolik mengamini pendapat St Augustine dengan menyetujui fetus yang berbentuk manusia saja yang mempunyai nyawa manusia.

Namun, dua buku karya John Riddle - Eve’s Herbs: A History of Contraception and Abortion in the West (Harvard University Press, 1997) dan Contraception and Abortion from the Ancient World to the Renaissance (Harvard University Press, 1992) - memaparkan bahwa dari abad kelima sampai abad ke-17 banyak sekali perempuan melakukan praktik aborsi dini dengan berbagai ramuan.

Pada abad itu juga, menurut Riddle, belum ada larangan yang jelas dan konsisten dari Gereja mengenai praktik-praktik seperti ini. Pada abad ke-17, praktik “pengembali menstruasi” semakin berkurang dan pada abad ke-19 Paus Pius IX memproklamirkan hal ini merupakan pembunuhan dan dosa besar, apa pun alasan pengembalian menstruasi tersebut. Bahkan, pemakaian kontrasepsi pun akhirnya dilarang dan dianggap sebagai pembunuhan janin yang akan terbentuk.

Senada dengan buku di atas adalah sekelumit artikel oleh Emily O’Reilly berjudul Early Church Permitted Abortion in Some Cases. Artikel pendek ini menceritakan banyaknya perubahan kebijaksanaan dalam Gereja Katolik mengenai aborsi. Memang, mayoritas Gereja Katolik masih menganggap aborsi sebagai dosa besar. Namun, beberapa Gereja Katolik telah menyetujui aborsi, baik secara diam-diam maupun terbuka. Gereja Katolik yang menyetujui aborsi dengan terbuka adalah FutureChurch di Cleveland Ohio, berdiri pada tahun 1990 (www.futurechurch.org).

Beberapa insan Katolik yang mencoba menghentikan penghujatan terhadap aborsi bergabung dalam Catholic for Free Choice (CFC). Salah satu pengurus CFC adalah Rosemary Ruether, profesor teologi di Garrett-Evangelical Theological Seminary di Illinois. Berbasis di Washington DC, CFC turut menandatangani pernyataan yang dipublikasikan di New York Times pada 7 Oktober 1984. Dalam pernyataan ini disebutkan, tradisi Gereja Katolik mempunyai lebih dari satu pandangan mengenai aborsi sehingga pelaku aborsi tidak seharusnya dijuluki sebagai orang berdosa. Informasi lebih lanjut mengenai CFC dapat dilihat di website mereka: http://www.cath4choice.org/lowbandwidth/indexyouth.htm.

Gereja Katolik lain yang tidak melontarkan hujatan akan aborsi adalah Gereja Katolik Bebas. Kebetulan sekali, saya kenal baik dengan salah satu pastor Gereja ini yang namanya tidak asing lagi sebagai ahli penerjemah buku sastra Indonesia ke dalam bahasa Inggris, Harry Aveling. Dalam korespondensi kami, Harry Aveling menyatakan bahwa Gereja Katolik bebas tidak memberi pandangan tertentu mengenai aborsi karena bagi mereka aborsi adalah masalah pribadi.

Di dalam Islam, terdapat pula beragam pandangan. Pandangan pertama dan yang paling populer di Indonesia adalah pelarangan pengguguran kandungan dalam umur berapa pun. Beberapa aliran di Indonesia bahkan mengharamkan pemakaian alat kontrasepsi. Namun, Avicenna atau Ibn Sina yang hidup pada zaman keemasan Islam (980-1037 M), memperkenalkan kontrasepsi pada dunia Barat yang saat itu masih dalam Abad Kegelapan. Dengan keahliannya pada dunia sains, Ibn Sina mampu menemukan sekitar 20 cara untuk mengontrol kelahiran.

Sebuah aliran Islam menyetujui aborsi sebelum umur 40 hari. Muhammad Ibn Abi Said, misalnya, memperbolehkan pengguguran kandungan sebelum umur 80 hari. Bahkan sebuah aliran lainnya menyatakan pengguguran kandungan sebelum 120 hari tidak merupakan pembunuhan.

Sains dan praktik kedokteran pun mempunyai pandangan berbeda-beda. Walaupun beberapa dokter dengan tegas menyatakan peniadaan janin adalah pembunuhan, beberapa dokter lain berpendapat embrio yang berumur kurang dari tiga bulan tidak lebih keprimitifannya dari seekor katak ataupun ikan.

Oleh karena itulah, hak hidup si janin masih tergantung pada badan yang mengandungnya, yaitu sang ibu. Dalam pandangan ini, para pembela aborsi pun dapat disebut pro-life karena hak untuk aborsi adalah hak yang membela kehidupan perempuan.

Lalu, manakah pendapat di atas yang salah atau yang benar? Mungkin, semua pendapat di atas tidak ada yang salah atau tidak ada yang benar. Bukankah kita adalah masyarakat pluralis yang terdiri dari bermacam kepercayaan dan agama?

Mungkin kita seharusnya lebih terbuka terhadap berbagai macam pandangan. Bila kita menghargai bermacam pandangan, bukankah perempuan juga seharusnya diberi hak untuk memilih? Hak untuk melaksanakan atau tidak pengguguran kandungannya? Dan hak untuk mendapat hidup layak, apa pun pilihan sang perempuan?

Memang, ada kekhawatiran bahwa pelegalan aborsi akan menyulut “pembunuhan” lainnya (bila aborsi masih bisa disebut “pembunuhan”). Akan tetapi, di beberapa negara yang melegalkan aborsi, tidak ada bukti bahwa aborsi dapat menyulut naluri pelaku aborsi menjadi “pembunuh”. Sungguh, kita harus jujur mengakui saat ini di Indonesia terdapat lebih banyak kasus pembunuhan massal daripada di beberapa negara lain yang melegalkan aborsi.

(Beberapa bagian dari artikel ini telah dimuat di Kompas, 7 Juli 2003 & 8 September 2003).

Postingan populer dari blog ini

Paket Obat Telat Bulan

Paket obat telat bulan yang kami jual ada 4 paket:
Usia kandungan 1 bulan (Harga 450.000)Usia kandungan 2 bulan (Harga 850.000)Usia kandungan 3 bulan (Harga 1,2Juta)Usia kandungan 4-5 bulan (Harga 2juta)  Pemesanan silahkan sms (nama, usia kandungan dan alamat) ke no 0857.1278.2258

Jual Obat Telat Bulan

Obat telat datang bulan atau obat aborsi yang biasa digunakan oleh dokter untuk menggugurkan kandungan pasiennya adalah menggunakan Misoprostol Cytotec atau (juga dikenal dengan nama Cytotec, Arthrotec, Oxaprost,  Cyprostol, Mibetec,
Prostokos or Misotrol)
Pemesanan obat SMS ke no 0857.1278.2258 Obat telat datang bulan ini kami jual berdasarkan usia kandungan pasien, setiap paket kami lengkapi cara penggunaan obat telat bulan . Untuk pemesanan obat telat bulan silahkan kontak kami melalui sms (format bebas) nama, usia kandungan dan alamat.  SMS ke no 0857.1278.2258
. 0857.1278.2258

Cara Beli Cytotec Misoprostol Pfizer Obat Penggugur Kandungan

Cara Beli Cytotec Misoprostol Pfizer Obat Penggugur Kandungan
Misoprostol Cytotec obat aborsi obat penggugur kandungan obat telat bulan, obat penggugur kandungan misoprostol cytotec asli cytotec pfizer.


Cara Beli CytotecMencari tempat untuk membeli Cytotec dengan harga termurah? Telp/sms 0857.1278.2258. Anda dapat membeli Cytotec tanpa resep yang sebelumnya diperlukan!
1. Cara Pemesanana. Melalui Telpon (Online 24 Jam)Misoprostol Hotline. 0857.1278.2258

b. Pemesanan Via SMSContoh SMS Format Order Cepat:
(Format bebas jangan takut salah)
Cara ini lebih mudah dan di sarankan
ketik:
Nama_telatbulan_alamat_via bri/mandiri

contoh.
Mr.Adi_4minggu_jakarta_via mandiri
kirim ke. 0857.1278.2258

Nanti Anda akan mendapat balasan via sms yang isinya jumlah total yang harus dibayar dan nomor rekening untuk pembayaran.

Contoh balasan SMS
Obat telat datang bulan
Harga Cytotec 4mggu @ Rp. 450.000,-
Ongkir Tiki atau JNE. @Rp. 25.000
Kode tlp anda. 123,-
Total @ Rp. 475.123,-
2. PembayaranJika anda sudah melakukan pe…