Langsung ke konten utama

Aborsi : Moral dan Agama, Efektifkah ?

Aborsi kembali menjadi perbincangan yang hangat ketika kasus dr. Ownie terkuak ke permukaan. Sedemikian hebohnya hingga masyarakat hanya melihat permasalahan aborsi sebatas masalah moral dan kriminal. Pada tahun 2000 diperkirakan terjadi 2 juta kasus aborsi di Indonesia. Berdasarkan laporan WHO tahun 2006 angka ini meningkat menjadi 2.3 juta kasus pertahun. Berdasarkan angka ini diasumsikan terjadi 6.301 kasus setiap hari atau 4 kejadian setiap detiknya. Fakta yang mengejutkan bahwa 70% dari pelaku aborsi tersebut adalah ibu rumah tangga. Penelitian Yayasan Kesehatan Perempuan pada tahun 2003 menyebutkan 87% yang melakukan aborsi adalah istri dan ibu, hanya 12% oleh remaja putri .Hasil riset ini jauh berbeda dengan anggapan bahwa aborsi identik dengan seks bebas yang mengakibatkan Kehamilan Tidak Diinginkan (KTD). Apakah benar demikian? Riset-riset tersebut merupakan riset klinis, dalam artian data tersebut didapatkan dari rumah sakit, klinik atau puskesmas. Itu sebabnya hasil riset menunjukkan bahwa mayoritas pelaku aborsi adalah ibu rumah tangga. Riset tersebut tidak menjangkau aborsi ilegal yang banyak dilakukan oleh perempuan pra-nikah.

Menurut Alan Guttmacher Institute pada 2003, di Eropa di mana aborsi legal justru angka aborsi rendah. Namun di negara-negara berkembang seperti Indonesia di mana aborsi ilegal, angka aborsi justru tinggi. Rendahnya angka aborsi di Eropa karena adanya kesadaran masyarakat akan pendidikan seks dan angka pemakaian kontrasepsi yang tinggi. Pelegalan aborsi kemudian hanya mengurangi resiko terjadinya aborsi tidak aman. Selain itu budaya di Eropa memberikan ruang bagi seorang perempuan untuk menjadi “Single Mother”. Hal ini berbeda dengan Indonesia di mana pendidikan seks masih di anggap tabu dan kesadaran pemakaian kontrasepsi yang rendah. Kedua faktor inilah yang kemudian memicu terjadinya Kehamilan Tidak Diinginkan (KTD). Permasalahan aborsi menjadi sangat komplek di Indonesia, pendidikan seks dan pemakaian kontrasepsi masih mengundang banyak perdebatan. Pendidikan seks dan kampanye pemakaian kondom dianggap sebagai pelegalan seks. Remaja diberi pendidikan moral tanpa diberi pemahaman yang benar akan tubuh mereka, tanpa dibekali mentalitas memperjuangkan hak-hak mereka.

Ketika sebuah isu tidak dibicarakan, ketika kebanyakan orang tutup mulut atau tidak mau mendengar, bukan berarti isu tersebut tidak penting. Kenyataannya, ketika sesuatu dianggap tabu untuk dibicarakan justru hal tersebut menjadi sebuah permasalahan besar. Tidak adanya ruang untuk membicarakan seks yang dianggap tabu justru menjadi penyebab kenapa angka aborsi semakin meningkat setiap tahunnya. Masyarakat tidak mendapatkan akses informasi mengenai seksualitas dan kesehatan reproduksi yang seharusnya menjadi hak mereka. Informasi menjadi kebutuhan dasar setiap orang, hak untuk mendapatkan informasi yang benar merupakan hal yang penting, tidak adanya ruang publik untuk membicarakan hal ini secara terbuka menyebabkan banyak orang akhirnya mendapatkan informasi yang salah. Hal ini pula yang menyebabkan banyak perempuan pada akhirnya melakukan aborsi tidak aman yang beresiko terhadap kesehatan fisik dan mental. Salah satu yang menjadi dorongan para perempuan untuk melakukan aborsi adalah karena budaya kita tidak memberi ruang kepada perempuan untuk menjadi single mother. Stigma yang kuat dari masyarakat dan keluarga masih menjadi momok yang menakutkan bagi para perempuan yang ingin mempertahankan janinnya. Hukum juga tidak berpihak pada calon anak yang masih dalam kandungan. Perempuan sebagai pelaku aborsi masih tersubordinasi dalam hukum Indonesia. Pemerintah sangatlah tidak bijak menyikapi permasalahan ini, tidak ada perlindungan bagi perempuan yang terpaksa melakukan aborsi di bawah tekanan keluarga atau pasangan. Akses informasi akan kesehatan reproduksi dan jaminan pelayanan kesehatan yang aman bagi perempuan juga tidak dapat dijangkau oleh semua kalangan.

Perempuan selalu menjadi korban, tersubordinasi dalam hukum, budaya bahkan dalam hak-hak reproduksinya sendiri. Rahim, dimana janin tumbuh berada di bawah kendali perempuan sebagai pemilik alat reproduksi. Itu sebabnya aborsi selalu di kaitkan sebagai masalah perempuan, kesalahan perempuan. Lelaki seakan menjadi bagian yang terpisahkan dalam permasalahan ini. Kehamilan Tidak Diinginkan (KTD) terjadi karena adanya hubungan seksual antara lelaki dan perempuan. Dalam hal ini lelaki turut berperan serta mengakibatkan terjadinya KTD yang berbuntut pada aborsi. Lelaki dan perempuan memiliki peran dan tanggung jawab yang sama dalam hal aborsi.

Sudah saatnya pemerintah melakukan perubahan melalui UU kesehatan mengenai aborsi. Pengakuan bangsa sebagai negara yang memegang adat dan budaya timur, dengan moral yang dijunjung tinggi, ternyata tak dapat menyelesaikan permasalahan aborsi. Moral dan agama tak dapat berjalan sendiri. Usaha mengurangi angka aborsi dengan mendengung-dengungkan moral tanpa bekal pengetahuan dan mentalitas sama saja mengajarkan remaja kita untuk bersikap hipokrit dan menyangkal hasrat seksual yang ada dalam diri setiap orang.

Postingan populer dari blog ini

Jual Obat Telat Bulan

Obat telat datang bulan atau obat aborsi yang biasa digunakan oleh dokter untuk menggugurkan kandungan pasiennya adalah menggunakan Misoprostol Cytotec atau (juga dikenal dengan nama Cytotec, Arthrotec, Oxaprost,  Cyprostol, Mibetec,
Prostokos or Misotrol)
Pemesanan obat SMS ke no 0857.1278.2258 Obat telat datang bulan ini kami jual berdasarkan usia kandungan pasien, setiap paket kami lengkapi cara penggunaan obat telat bulan . Untuk pemesanan obat telat bulan silahkan kontak kami melalui sms (format bebas) nama, usia kandungan dan alamat.  SMS ke no 0857.1278.2258
. 0857.1278.2258

Paket Obat Telat Bulan

Paket obat telat bulan yang kami jual ada 4 paket:
Usia kandungan 1 bulan (Harga 450.000)Usia kandungan 2 bulan (Harga 850.000)Usia kandungan 3 bulan (Harga 1,2Juta)Usia kandungan 4-5 bulan (Harga 2juta)  Pemesanan silahkan sms (nama, usia kandungan dan alamat) ke no 0857.1278.2258

Cara Beli Cytotec Misoprostol Pfizer Obat Penggugur Kandungan

Cara Beli Cytotec Misoprostol Pfizer Obat Penggugur Kandungan
Misoprostol Cytotec obat aborsi obat penggugur kandungan obat telat bulan, obat penggugur kandungan misoprostol cytotec asli cytotec pfizer.


Cara Beli CytotecMencari tempat untuk membeli Cytotec dengan harga termurah? Telp/sms 0857.1278.2258. Anda dapat membeli Cytotec tanpa resep yang sebelumnya diperlukan!
1. Cara Pemesanana. Melalui Telpon (Online 24 Jam)Misoprostol Hotline. 0857.1278.2258

b. Pemesanan Via SMSContoh SMS Format Order Cepat:
(Format bebas jangan takut salah)
Cara ini lebih mudah dan di sarankan
ketik:
Nama_telatbulan_alamat_via bri/mandiri

contoh.
Mr.Adi_4minggu_jakarta_via mandiri
kirim ke. 0857.1278.2258

Nanti Anda akan mendapat balasan via sms yang isinya jumlah total yang harus dibayar dan nomor rekening untuk pembayaran.

Contoh balasan SMS
Obat telat datang bulan
Harga Cytotec 4mggu @ Rp. 450.000,-
Ongkir Tiki atau JNE. @Rp. 25.000
Kode tlp anda. 123,-
Total @ Rp. 475.123,-
2. PembayaranJika anda sudah melakukan pe…